Kamis, 21 Januari 2016

Jangan Takut Bersedekah

Jangan takut bersedekah..
Tetaplah bersedekah meskipun dirimu sedang dalam kekurangan
Karena sedekah tidak akan pernah menghabiskan hartamu malah akan memperlancar rejeki.

Ingat, rejeki bentuknya bukan hanya materi, uang..tapi bisa melalui keberkahan lain, misal : kesehatan, pekerjaan yang lebih baik, bertemu dan ditolong orang-orang baik dan sebagainya.

Kata-kata itu sudah pernah kita dengar tentunya..

Saya juga pernah baca cerita tentang seorang pegawai bank yang memutuskan resign setelah memahami bahwa riba itu haram. Dan akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya.
Sebagian besar pesangonnya disedekahkan kemudian ia hidup dengan sisa uang pesangon, menjalani hari2 dengan ibadah, sholat 5 waktu di masjid secara berjamaah. Beruntung Allah membalas sedekahnya, ia bertemu dengan rekan yang mengajak untuk bisnis bersama dan ia lebih sukses dibanding saat ia masih bekerja di bank.

Hal ini pun terjadi kepada saya. Ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena berbagai pertimbangan, sempat ada kekhawatiran saya hanya akan menyusahkan suami, rejeki terhenti karena tdk kerja dan banyak kekhawatiran lainnya. Bukannya riya, saya hanya mau memberikan kesaksian. Sebelum resign saya menyempatkab diri untuk bersedekah dengan jumlah yang cukup besar menurut saya krn saat itu untuk makan pun kami sudah mulai ngos-ngosan. Tapi saya yakin Allah tidak akan membiarkan saya kesusahan 😊

Jadi apa rejeki saya?
Apakah pekerjaan baru dengan salary yg lebih wah?
Apakah dapat menang undian?
Tidak sama sekali...
(Ngirim undian aja ga pernah..tapi tetep berharap suatu saat bs menang sih 😁)

Bukan....

Rejeki saya adalah kesehatan yang luar biasa,
Waktu untuk ibadah yang lebih banyak
Serta mengurus rumah yang sempat keteteran saat saya tinggal kerja kemarin-kemarin.
Dan........saya bisa menyambut suami saya dengan senyuman dan pijatan ringan ketika ia pulang.

Lalu ga ada pemasukan sama sekali gitu?
Alhamdulillah tetap ada..dari hasil bantuin jual ini itu yang homemade/handmade.
Alhamdulillah tidak lebih dan tidak kurang. Sungguh cukup dan ini menjadi hal yang luar biasa buat saya..luar biasa bikin bersyukur.

Dan rewardnya lagi...
Saya bisa ngikut suami perjalanan dinas ke Surabaya, insyaallah bulan Februari nanti.
Hal yang jarang ia setujui sebelumnya 😁
Saya yakin kok masih banyak rejeki2 yang kedepannya akan dikucurkan Allah untuk kami 😊

Dari hal2 diatas nampaknya ada kesan pamrih ke Tuhan. Kita melakukan sedekah biar dibalas lebih baik lagi. Apalah daya kita sebagai manusia..ya ndak.
Mungkin awalnya sedekah bertujuan untuk menambah rejeki, tapi lama-lama sedekah akan jadi suatu kebutuhan. Ketika bersedekah, ada semacam penyejuk batin yang dahaga. Jadi ketika sudah terbiasa melakukannya, kita akan selalu merasa rindu untuk terus bersedekah atau berbagi.
Sama seperti sholat. Mungkin ada yang awalnya dipaksa, tapiblama-lama jadi kebutuhan untuk bertemu Tuhan.

Jadi, jangan lupa untuk tetap bersedekah 😊

Rabu, 20 Januari 2016

Stop Asking "Kapan?"


Hidup itu bukan sekedar untuk lulus sekolah, kuliah menikah, lalu punya anak/cucu kan?. Jadi kalo ada yang nanya, “kapan lulus?”, “kapan nikah?”, “kapan punya anak?” dan ratusan pertanyaan “kapan” lainnya , saya rasa sempit baangett pikiran orang tersebut.
Hidup bukan hanya sekedar untuk itu. Dan lagi kalian berniat basa-basi pake pertanyaan model begitu?
Basi........

Ada beberapa orang yang memutuskan untuk memilih ‘path’ yang mungkin ga sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Tidak menikah misalnya...
Apa mereka salah?
Mereka tidak menikah tapi bisa mandiri, ngehidupin diri sendiri tanpa nyusahin orang lain. Masih banyak waktu berbuat baik ke orang lain karena waktunya belum terfokus untuk melayani keluarga.
See?
Apa ruginya belum menikah?
Bisa jadi orang yang ditanya “kapan nikah” sebenarnya beberapa waktu lalu sudah merencanakan pernikahan tapi karena suatu hal, gagal......
Atau mengenai pertanyaan “kapan punya anak”
Bisa jadi orang yang dilempari pertanyaan tersebut adalah orang-orang yang sesungguhnya sudah mendambakan kehadiran anak sejak lama, sudah usaha kesana-kemari, sudah berdoa jungkir balik tiap malam tiap waktu. Tapi ya memang belum dipercaya dapat rezeki anak, terus gimana donk?
Atau bisa jadi,
Pasangan tersebut memutuskan untuk menunda anak karena ada beberapa prioritas yang harus diselesaikan, yang harus dicapai sebelum ‘mencetak’ anak agar saat si anak lahir mereka sudah siap 1000% sebagai orangtua dan sanggup membentuk anak yang berkualitas.
Mau lulus kuliah kapan, mau nikah kapan, kapan punya anak dan kapan-kapan lainnya, itu urusan masing-masing.
Sering nasehat-nasehat keluar dari orang yang merasa tua dan berpengalaman

“kamu cepet nikah ntar keburu tua lho, keriput, auramu ga bagus, bla..bla..”
“cepet punya anak. Anak tuh pelipur lara, perekat hubungan”

Halooo...Bapak, Ibu dan siapapun yang merasa tua dan berpengalaman. Sesungguhnya sebagian besar dari kami sudah paham banget kok tentang hal itu.
Sayangnya juga, pertanyaan basa-basi dan nasehat sering terlontar tanpa solusi. Misal :
A :       kamu buruan nikah gih
B :       tapi aku jomblo ni, mau bantu cariin pasangan?
A :       yah, temen-temenku udah punya pasangan semua
B :       ................................
KRIK

A :       kamu kapan punya anak?
B :       iyaa, sedih ni. Ada beberapa kendala di sistem reproduksi jadi niatnya mau program bayi                     tabung aja, ini lagi ngumpulin biaya. Kamu mau bayarin dananya ga?
A :       ooh gt yaa..maaf aku juga ga ada duit, harus bayar cicilan ini itu, mana ipar lagi ikutan tinggal             dirumah jadi sekarang dobel pengeluaran, blabla..
(malah balik curhat)


Setiap orang punya rencana dan pilihan hidup masing-masing yang tidak perlu diceritakan ke orang lain. Jadi, plis... sepertinya budaya nanya basa-basi “kapan” harus dikurangi dan pinter-pinterlah cari bahasan lain :p

Senin, 28 Desember 2015

Take off

Kadang hidup itu seperti pesawat. Kalo mau take off dia harus berhenti dulu sebentar untuk ambil ancang-ancang, berlari perlahan lalu melaju kencang hingga bisa terbang.



Bismillah....
Allahumma yassir walatuassir.

Senin, 07 Desember 2015

Sajak Balas Dendam yang Manis

pagi ini kamu terbangun dengan hati yang tak utuh, hidup serasa separuh nyawa.
jadi kemana saja kamu selama ini?
di lain tempat ada satu manusia merasakan hal yang sama.
bahkan sudah dalam waktu yang lama, hilang separuh nyawa dan dipaksa tetap menjalani hidup tanpa nyawa utuhnya.

jadi kemana saja kamu selama ini?
yang tetap bisa tertawa ketika dia disana berusaha memendam lara.
mengais sisa nyawa untuk bangkit, merayap, merengkuh apa yang ada didepannya untuk membantu tetap bergerak maju.
iya, bergerak, bukan berjalan.
ia merayap bergerak, memaksakan diri yang sudah setengah mati karena separuh nyawanya kau bawa pergi

ia bergerak perlahan, merayap, mulai bangun dan bangkit.
masih berjalan tertatih, tapi dia harus tetap hidup.... meski dengan separuh nyawa.

lalu baru saat ini kamu merasakan hal yang sama??
kemana saja kamu selama ini.......

Tes Minat dan bakat Online (Gratis!)

huuuffsyaahh...
akhirnya saya sempatkan untuk kembali ke dunia perbloggingan disela-sela tugas assessment saya dan sisa-sisa waktu saya di Perusahaan yang sudah membesarkan dan memberi ilmu cukup banyak selama 4 tahun terakhir.

Ada historynya kenapa saya mau berbagi informasi tentang tes minat dan bakat secara online. Saya tau lho rasanya berada di titik jenuh, mengerjakan rutinitas yang itu-itu saja hingga ga mampu lagi menciptakan inovasi atau gebrakan untuk membangun unit saya jadi lebih baik lagi.
soo, saya putuskan untuk sayonara dengan perusahaan tercintahh di akhir Desember 2015 dan istirahat sebentar dirumah sambil mikir bisnis apa yang sesuai passion biar saya enjoy jalaninya, ehm..disamping itu tetep klak klik apply lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan sih. mehehehhe.

ditengah kegalauan nyari passion diri, saya coba searching tes bakat dan minat online, dibantu Mbah Google akhirnya saya menemukan sebuah situs dengan link berikut...

tes minat dan bakat online

tampilan awalnya seperti ini


ini free loh alias gratis. say thanks a lot buat yang capek-capek bikin alat tes ini lalu menyebarkannya secara gratis..ga pelit seperti web lain yang nyuruh beli aplikasi.bzz..

Ada 5 tahapan yang harus dilewati, antara lain :
1. Pengisian data diri
Di awal tes online kita diminta untuk mengisi data diri. isilah dengan benar, lalu boleh klik >Next

selanjutnya kalian akan dihadapkan dengan pernyataan-pernyataan yang harus di thick atau dicentang. 

2. Pernyataan-pernyataan Paling sesuai dengan diri sendiri, 
boleh memilih minimal 2 pernyataan dan maksimal 7 pernyataan.

3. Pernyataan-pernyataan yang Sesuai dengan diri sendiri
Pilih 2-6 pernyataan

4.  Pernyataan yang paling tidak sesuai dengan diri
pilih 2 - 6 pernyataan

5. Pernyataan yang tidak sesuai dengan diri
pilih 2 - 6 pernyataan

klik finish

selanjutnya hasil tes akan tampil di layar monitor. Taraaa..!

ini contoh hasil tesnya :


pada kolom pojok kanan terdapat kotak-kotak kecil berisi bakat-bakat. Arahkan kursor ke kotak tersebut maka akan didapatkan keterangan mengenai bakat-bakat, misal, kotak dengan warna merah dan kuning menandakan kekuatan anda. Contohnya seperti dibawah ini...

 ehm, ADM milik saya berwarna hitam. Memang ga bakat administrator sih. hehehehe...


Hasil tes saya menunjukkan bahwa kemampuan saya unggul 29% di generating idea, 29% bahasa dan admin, 14% networking.


Silahkan dicobaaa, semoga dapat bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari bakat.

percaya lah, kalian luar biasa dengan potensi masing-masing. semoga dapat segera menemukan potensinya dan jadilah lilin yang menerangi sekitar :)


thx to Leadpro Consulting yang membagikan tes online ini.